
MUARA SAHUNG – Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., bersama Sekretaris Daerah Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si., mengunjungi seorang anak di bawah umur yang menjadi korban tindak asusila di kediaman keluarganya di salah satu desa di Kecamatan Muara Sahung, Senin (20/4/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus memastikan korban mendapatkan pendampingan secara menyeluruh, baik dari sisi psikologis, kesehatan, maupun sosial.
Dalam kesempatan itu, Bupati Gusril Pausi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang dialami korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan hadir penuh dalam proses pemulihan.
“Kami sangat prihatin. Pemerintah daerah memastikan korban mendapatkan pendampingan, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun proses hukum,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemulihan mental korban agar dapat kembali menjalani kehidupan normal, termasuk melanjutkan pendidikan.
“Kami berharap korban dapat segera pulih dari trauma dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.
Selain memberikan dukungan moril, Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap kelanjutan pendidikan korban yang saat ini duduk di kelas VI sekolah dasar. Ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur untuk memfasilitasi pelaksanaan ujian secara khusus.
“Korban akan menghadapi ujian, namun kondisi psikologis membuatnya belum siap kembali ke sekolah. Kami minta ujian difasilitasi agar hak pendidikan tetap terpenuhi,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku harus berjalan tegas dan adil.
“Penegakan hukum harus memberikan efek jera sekaligus melindungi anak-anak lain dari kejadian serupa,” katanya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kaur, Evana Toursyahdia, S.IP., menjelaskan bahwa pendampingan terhadap korban telah dilakukan sejak awal kasus mencuat.
“Sejak Februari, kami telah menghadirkan psikolog untuk membantu pemulihan trauma korban. Pendampingan akan terus dilakukan hingga kondisi mental korban pulih,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta aktif mencegah kekerasan terhadap anak.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut menyerahkan bantuan berupa santunan pribadi, uang tunai sebesar Rp5 juta dari Baznas Kabupaten Kaur, serta paket sembako untuk keluarga korban.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten III Bidang Administrasi Umum, Staf Ahli Bupati, serta kepala dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memberikan dukungan bagi korban dan keluarga, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak serta memastikan setiap korban mendapatkan hak atas perlindungan, pemulihan, dan pendidikan. (Hnd)
