Pemprov Lampung Gandeng ISPI Kembangkan Industri Peternakan Berbasis Desa

LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Lampung menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat hilirisasi sektor peternakan guna mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah ISPI Provinsi Lampung Periode 2026–2031 yang dirangkai dengan diskusi interaktif bertema “Hilirisasi Peternakan Menuju Ketahanan Pangan Lampung dalam Mendukung Program Strategis Nasional” di Aston Lampung City Hotel, Sabtu (09/05/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus ISPI Provinsi Lampung yang baru dilantik.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus ISPI Provinsi Lampung yang baru saja dilantik. Saya berharap kepengurusan ini tidak hanya menjadi wadah profesi insinyur dan sarjana peternakan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun peternakan Lampung yang lebih maju, modern, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, sektor peternakan memiliki posisi strategis dalam menopang pembangunan ekonomi Lampung. Dengan luas wilayah mencapai 3,3 juta hektare dan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian beserta turunannya, Lampung dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan pangan nasional.

“Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bergantung pada sektor pertanian. Banyaknya komoditas pertanian menjadikan ketersediaan pakan melimpah dan mendorong investasi di sektor peternakan terus tumbuh,” katanya.

Gubernur menjelaskan, Lampung saat ini menjadi salah satu daerah penghasil ternak terbesar di Indonesia, mulai dari sapi, kambing, hingga ayam petelur dan pedaging. Namun demikian, sektor tersebut dinilai masih perlu diperkuat melalui hilirisasi dan pembenahan tata niaga agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat di daerah.

Ia menyoroti masih tingginya biaya distribusi akibat sistem rantai pasok yang belum efisien, terutama dalam distribusi jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

“Jagung dari berbagai daerah di Lampung dibawa dalam kondisi basah ke Lampung Selatan untuk dikeringkan, lalu hasil pakannya dikirim kembali ke daerah-daerah. Ini membuat biaya tinggi dan membebani petani. Karena itu, ke depan kita akan membangun sistem pengeringan jagung di desa-desa agar hilirisasi bisa dilakukan langsung di daerah,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan Program Desaku Maju dengan membangun dryeratau pengering jagung di desa-desa sentra produksi. Tahun ini, Pemprov Lampung menargetkan distribusi hampir 200 unit dryer dan akan ditingkatkan menjadi 500 unit pada 2027–2028 di berbagai desa.

Menurut Gubernur, keberadaan dryer desa akan membuka peluang lahirnya industri pakan ternak berbasis UMKM, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

“Kita ingin pakan murah berbasis bahan baku lokal. Limbah pertanian bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak. Kalau ini berhasil diduplikasi di ratusan desa, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan pentingnya peningkatan konsumsi protein masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menyebut, meski Lampung menjadi salah satu daerah pemasok protein nasional, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional. Karena itu, ia meminta ISPI turut membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan sektor peternakan.

“Protein itu bukan hanya soal pangan, tetapi investasi kualitas SDM. Kita ingin anak-anak Lampung tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.

Selain itu, Gubernur mengajak ISPI aktif mendukung riset dan inovasi peternakan, mulai dari pengembangan pakan lokal, pengolahan hasil peternakan, hingga pendampingan teknologi kepada peternak.

“ISPI harus menjadi mitra ilmiah pemerintah daerah, membantu pemetaan potensi ternak, mendampingi peternak dalam teknologi budidaya dan pengolahan, menjaga mutu keamanan pangan dan standar halal, serta menjadi motor inovasi peternakan Lampung,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen, termasuk ISPI, untuk bersama-sama membangun Lampung melalui sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

“Mari sama-sama kita bermitra dan menjadi partner strategis untuk menumbuhkan ekonomi Lampung agar lebih baik ke depan demi masa depan anak dan cucu kita,” ujarnya. (NR/N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *