Dari Benang Emas hingga Harapan Baru, Asri Tapis Bawa Warisan Lampung Bersinar di Ajang Persit Bisa Dua

Dari Benang Emas hingga Harapan Baru, Asri Tapis Bawa Warisan Lampung Bersinar di Ajang Persit Bisa 2

JAKARTA – Di tengah deretan booth yang memadati Balai Kartini Jakarta, kehadiran Asri Tapis dalam ajang Persit Bisa 2 menghadirkan kisah tentang budaya, ketekunan, dan kebanggaan terhadap warisan khas Lampung.

Bukan sekadar memamerkan produk fesyen, partisipasi Asri Tapis dalam pameran tersebut menjadi langkah nyata memperkenalkan kain tapis sebagai identitas budaya Lampung yang tetap relevan di tengah perkembangan tren modern.

Mengisi Booth 75 selama pameran berlangsung, Asri Tapis menampilkan koleksi sulam tangan benang emas khas Lampung yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Setiap helai kain yang dipamerkan bukan hanya sebuah karya fesyen, tetapi juga simbol perjalanan panjang para perajin lokal dalam menjaga tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dukungan dan Apresiasi Jadi Eneri Baru

Dari Benang Emas hingga Harapan Baru, Asri Tapis Bawa Warisan Lampung Bersinar di Ajang Persit Bisa 2

Asri Tapis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung, khususnya kepada Mayjen TNI Kristomei selaku Pembina Persit KCK Daerah XXI/RI dan Ketua Persit KCK PD XXI/RI Asti Kristomei.

Menurut pihak Asri Tapis, kesempatan yang diberikan dalam ajang Persit Bisa 2 menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM berbasis budaya untuk berkembang sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Semangat kemandirian yang dibangun dalam Persit menjadi inspirasi sekaligus energi bagi kami untuk terus bertumbuh,” tulis Asri Tapis dalam keterangannya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pengunjung yang hadir dan memberikan apresiasi terhadap karya tapis Lampung. Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa produk tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Tak hanya itu, keberhasilan selama pameran juga disebut sebagai hasil kerja bersama para perajin lokal yang terus menjaga kualitas sulaman benang emas dengan keterampilan dan kesabaran tinggi.

Menjaga Marwah Tapis Lampung

Keikutsertaan dalam Persit Bisa 2 dinilai membawa dampak lebih besar dibanding sekadar penjualan produk. Asri Tapis melihat pameran tersebut sebagai ruang memperkuat identitas budaya Lampung di tingkat nasional.

Koleksi tapis yang dipadukan dengan sentuhan desain modern mendapat apresiasi positif dari pengunjung. Hal itu menunjukkan bahwa kain tradisional tetap mampu tampil elegan sekaligus mengikuti perkembangan dunia fesyen.

“Tapis bukan sekadar kain, tetapi cerita tentang kesabaran, kebanggaan, dan identitas yang ditenun dengan hati,” demikian pesan yang disampaikan Asri Tapis.

Ke depan, Asri Tapis berkomitmen terus menghadirkan inovasi desain tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional. Selain itu, mereka juga ingin memperluas kolaborasi dengan para perajin lokal demi menjaga regenerasi keterampilan sulam tangan khas Lampung.

Langkah lain yang tengah dipersiapkan adalah memperkuat kehadiran digital agar produk tapis semakin dikenal luas, termasuk menembus pasar internasional.

Bagi Asri Tapis, perjalanan dalam Persit Bisa 2 bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya panjang menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *