Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian, Produktivitas Padi di Mesuji Naik hingga 40 Persen

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan sektor agraris serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui percepatan modernisasi dan hilirisasi pertanian.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat meninjau sekaligus menyaksikan simulasi pemanfaatan teknologi drone untuk penyemprotan Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/06/2026).

Dalam dialog bersama kelompok tani, Gubernur mengapresiasi keberhasilan penerapan POC hayati cair yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. Dari lahan persawahan seluas sekitar 1.000 hektare, produksi gabah meningkat dari semula 5.000 ton menjadi 7.000 ton.

“Kalau 1.000 hektare dipakai semua, tadinya produksinya 5.000 ton, sekarang menjadi 7.000 ton. Ada tambahan sekitar Rp1,4 miliar yang bisa dinikmati para petani di seluruh desa,” ujar Gubernur.

Melihat capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menginstruksikan dinas terkait bersama pemerintah kabupaten untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali panen (IP300) dalam setahun. Gubernur juga meminta sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa hingga dinas teknis, agar target percepatan tanam dapat tercapai.

Menanggapi keluhan petani terkait serangan hama tikus, Pemprov Lampung menyiapkan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang. Melalui Dinas Pertanian, pemerintah menyalurkan bantuan seperempat ton belerang sebagai penanganan darurat serta merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai upaya pengendalian hama secara alami.

“Tahun ini kita usahakan tiga kali panen. Kasih burung hantu, Rubuha, sama belerang. Kompak ya, Pak. POC-nya dipakai,” tegas Gubernur.

Sementara itu, perwakilan petani Desa Pangkal Mas menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah yang dinilai berhasil menekan biaya produksi budidaya padi. Melalui penggunaan pupuk hayati cair, biaya operasional yang sebelumnya mencapai ratusan ribu rupiah per hektare kini dapat ditekan menjadi puluhan ribu rupiah.

Para petani juga berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat memfasilitasi uji laboratorium secara berkala terhadap beras organik yang mereka produksi tanpa pestisida kimia sejak 2014. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing beras organik di pasaran.

“Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi uji laboratorium agar beras organik kami memiliki nilai tambah dari sisi harga. Terima kasih atas teknologi pupuk hayati cair yang sangat bermanfaat dan mampu mengurangi biaya produksi. Semoga di bawah kepemimpinan Bapak Rahmat Mirzani Djausal, Lampung semakin maju sebagai lumbung pangan nasional,” ujar perwakilan petani.

Selain mendorong pengembangan pertanian organik dan pengendalian hama terpadu, Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan poros utama di Kabupaten Mesuji, guna mendukung kelancaran akses ekonomi masyarakat.