LAMPUNG – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung, Rendi Reswandi, mendorong mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat karakter, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan kemampuan menghadapi persaingan di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Rendi dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP Unila, Kamis (13/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa masa perkuliahan merupakan fase penting bagi mahasiswa untuk membangun fondasi diri sebelum memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Menurut Rendi, pendidikan di perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik. Mahasiswa juga perlu membentuk karakter, menjaga etika, meningkatkan kedisiplinan, serta memiliki tanggung jawab dan kemauan untuk terus belajar.

“Pesan saya kepada mahasiswa adalah pentingnya peningkatan karakter selama menjalani perkuliahan. Karakter ini harus terus dijaga dan ditingkatkan supaya kita bisa bersaing serta membentuk jangkauan dan peluang yang lebih luas ke depannya,” ujarnya.
Rendi mengatakan kemampuan akademik merupakan salah satu modal mahasiswa, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan. Dalam menghadapi dunia yang semakin dinamis, mahasiswa juga membutuhkan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Karakter tersebut, lanjutnya, perlu dibangun sejak mahasiswa berada di lingkungan kampus. Proses pembentukan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, interaksi sosial, maupun berbagai pengalaman yang diperoleh selama menjalani perkuliahan.
Menurutnya, mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat akan lebih siap menghadapi perubahan dan tuntutan dunia profesional.
Karena itu, mahasiswa baru FISIP Unila diminta memanfaatkan lingkungan kampus sebagai ruang untuk mengembangkan berbagai kemampuan. Tidak hanya pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas, tetapi juga pengalaman berorganisasi, kemampuan membangun relasi, komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama.
Rendi juga mengajak seluruh mahasiswa FISIP Unila, khususnya mahasiswa baru angkatan 2026, untuk menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh.
Ia berharap mahasiswa mampu menggunakan masa perkuliahan untuk menetapkan tujuan, mengenali potensi diri, serta secara konsisten meningkatkan kemampuan yang dimiliki.
“Kami berharap seluruh mahasiswa FISIP, khususnya mahasiswa baru tahun 2026, dapat belajar lebih giat lagi. Jangan hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga terus membangun karakter dan kualitas diri agar nantinya mampu bersaing dan memiliki bekal yang baik ketika memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Menurut Rendi, keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata dapat diukur dari nilai atau indeks prestasi. Sikap, integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja dengan orang lain, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan juga menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas seseorang.
Lebih lanjut, Rendi mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan selama menempuh pendidikan di FISIP Unila. Masa perkuliahan dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif, memperluas wawasan, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta memperluas jaringan pertemanan dan profesional.
Ia menilai pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di kampus akan menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun kembali berinteraksi secara lebih luas di tengah masyarakat.
Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai positif dalam lingkungan profesional dan sosial.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian PKKMB FISIP Unila 2026 yang menjadi salah satu momentum awal mahasiswa baru mengenal kehidupan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memahami bahwa kehidupan kampus bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik. Perguruan tinggi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah lulus.
Rendi berharap mahasiswa FISIP Unila dapat menjadikan masa perkuliahan sebagai proses pembentukan diri secara menyeluruh. Semangat belajar yang tinggi perlu berjalan beriringan dengan karakter yang baik, integritas, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang.
Dengan bekal akademik, karakter, dan kompetensi yang terus diasah selama masa perkuliahan, mahasiswa FISIP Unila diharapkan mampu meningkatkan daya saing, membuka peluang yang lebih luas bagi masa depan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. (NR/N)
