Resah dan Kesal, Warga Akan Laporkan SPBU Metro Kibang Ke Pertamina Pusat Dan Kementrian Migas

Metro Kibang | Akibat pelangsiran besar – besaran hingga ribuan liter, warga Metro kibang akan melaporkan Stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU ) 24.341.105 Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur, ke pihak Pertamina Pusat dan ke Kementrian minyak dan gas ( Migas ).

Warga sekitar SPBU sudah merasa resah dan kesal, pasalnya sangat sulit untuk mendapatkan atau mengisi bahan bakar minyak ( BBM ) jenis solar di SPBU tersebut.

Hal ini disampaikan MI (Inisial) , salah seorang warga Metro Kibang pemilik Traktor yang biasa membajak lahan pertanian.

“Kami ini pemilik traktor yang biasa membajak lahan pertanian mas, kami terpaksa harus membeli solar secara eceran atau membeli kepada para pelangsir dengan harga Rp.10.000 ( Sepuluh Ribu ) hinggga Rp. 12.000 ( dua belas ribu ) perliter. Jika kami ingin membeli BBM solar langsung ke SPBU banyak persaratan yang diminta oleh Aji pengawas SPBU. Kami disuruh mengurus surat keterangan kepemilikan traktor ke kantor desa setelah surat itu jadi dan saya bawa ke SBPU, jawaban Aji, kami disuruh menunggu untuk dilakukan proses Barcode katanya, hingga hari ini hal itu tidak terealisasi, jadi terpaksa kami beli solar secara eceran walaupun harganya jauh lebih mahal,”ucap MI, pada Tim Lampung7.com, Kamis ( 20/8/2026 ).

Lebih lanjut Mi menjelaskan, para pelangsir mendapat kemudahan untuk mengisi BBM jenis solar di SPBU tersebut, sedangkan rata – rata kendaraan para pelangsir ini dalam kondisi mati pajak bahkan kemungkinan kendaraan mereka tanpa surat menyurat alias bodong.

Akibatnya traktor bajak tidak bisa mengisi BBM solar di SPBU, akhirnya para pemilik traktor membeli degan cara eceran atau memesan solar kepada para pelangsir dengan harga yang cukup mahal, sehibgga para pemilik traktor juga menaikan harga atau upah sewa dalam membajak lahan milik petani.

“Bayangkan mas, satu pelangsir itu minimal punya mobil 3 unit bahkan lebih. Seperti Alzir pemilik toko cat yang dekat SPBU itu mobilnya 5 unit, pak Iwan itu mobilnya 5 unit, terus itu pensiunan guru itu pak Narmin dua truk dan mobil pribadi, Sutarto warga Jayaasri itu selain melangsir sendiri juga nampung solar dari pelangsir lainnya. Ini hanya beberapa orang saja yang saya katakan, belum yang lainnya, belum yang mbobol lewat belakang SPBU itu, jadi ya ribuan liter yang dikuras para pelangsir, jadi kami rakyat ini yang betul – betul membutuhkan malah tidak pernah kebagian,” jelas MI, dengan kesal.

Untuk itu, MI, berencana melayangkan surat aduan ke pihak Petamina Pusat dan ke Kementrian Migas, agar menindak tegas SPBU 24.341.105 Metro Kibang.

“Kami akan melayangkan surat aduan ke pihak Pertamina Pusat dan Kementrian Migas, mas. Kalau kami lapor ke Polsek Metro Kibang sepertinya percuma, kenapa, karena mereka diam saja, padahal jarak Polsek ke SPBU Cuma 100 meter, mustahil mereka tidak tahu. Dan ini yang lebih parahnya lagi, para pelangsir itu dikoordinir oleh pensiunan TNI, itu pak Mail itu kordinatornya, Aji pengawas SPBU dan Leo keamanan SPBU dan leo ini juga ikut-ikutan melangsir, mereka ini sudah kerjasama semua,” imbuh MI.

Sementara, warga sekitar SPBU yang memohon untuk tidak disebutkan namanya, ikut memberi keterangan, menurutnya, aksi pelangsiran ini sudah berjalan cukup lama dan sudah bertahun – tahun.

Menurut Dia, pelangsir di SPBU Metro Kibang cukup parah dan sudah sangat meresahkan masyarakat, pasalnya, satu orang saja bisa mengerahkan armada untuk melangsir hingga 5 unit.

“Ini harus ada tindakan tegas dari penegak hukum, saya yang dekat dengan SBPU sudah muak dengan kelakukan para pelangsir dan juga para pengawas dan keamanan SPBU. Mereka malah ikut – ikutan melangsir, dan itu pensiunan tentara itu pak Mail itu yang jadi kordinatornya. Dan rata – rata kendaraan mereka itu mati pajak semua,” tandasnya. | ( Tim7 ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *