Pemprov: BPJS harus di Amputasi

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (20/09) – DPP GERILYA LAMPUNG (Gerakan Rakyat Peduli Pelayanan) menggelar aksi bahwa BPJS kesehatan harus di amputasi, di kantor DPRD Provinsi Lampung, hari kamis (19/09).

 

Rencana pemerintah dalam mengesahkan iuran kenaikan BPJS dan KES, sangatlah menyakiti hati para rakyat khususnya rakyat lampung.

 

“menurut kami itu bukanlah solusi terbaik yang mana kita ketahui iuran tidak naikpun banyak yang enggan untuk membayar karena memang banyak warga yang tidak mampu untuk membayar iuran tersebut ditambah sebagian manfaat dari pembayaran itu tidak banyak di rasakan, apalagi banyak kita mendengar keluhan terkait pelayanan BPJS yang kurang maksimal membuat orang enggan untuk melanjutkan membayar iuran, seakan membuat kita sebagai rakyat serba susah.” ujarnya.”

 

“ingin berhenti menjadi peserta gk bisa dan diteruskan juga gk sanggup membayar di tambah lagi tidak semua jenis penyakit dan obat-obatan dapat di cover oleh BPJS.”

 

Bebarapa anggota praksi hadir dan ikut menerima aspirasi rakyat antaralain ibu Eli Wahyuni ketua Praksi Gerindra, Yozi Rizal Dapil Waykanan dari Demokrat , Ahmad Muti Salim Ketua PKS , Syarif Hidayat.

 

“Bebarapa perwakilan dari DPP GERILYA LAMPUNG mengatakan “maka kami bagian dari rakyat indonesia dan bagian dari masyarakat lampung menuntut:

1. Amputasi BPJS-Kesehatan

2.Tolak kenaikan iuran BPJS

3. Jaminan kesehatan gratis

4. Mendesak pemerintah lampung segera pulihkan perekonomian lampung.”

“Yozi Rizal anggota praksi demokrat mengatakan soal Jaminan KES ternyata dilampung ini banyak, isu jaminan KES ini ditarik karena ketidaksesuian dana. Kami pikir akan kami tangani dengan profesional, termasuk masalah BPJS ini, saya kira banyak juga persoalan dan elemen laen juga yg berpikiran sama untuk mengkritisi pemerintah, dan coba lah untuk menyatu dengan pemerintah. saya akan sampaikan aspirasi ini karena saya juga diperlakukan secara tidak adil.”ungkapnya”.

 

“Eli Wahyuni menyatakan bahwa kami semua suka memanggil BPJS karena banyak keluahan dari masyarakat baik penerima BPJS dirumah sakit, adanya pembatasan penggunaan BPJS seperti Rumah sakit Imanuel, bengkaknya BPJS, besarnya gaji BPJS Dll.”jelasnya”.

 

” Budiman, Asep Makmur, Yozi Rizal, Eli Wahyuni, Ahmad Muti, Syarif Hidayat mengatakan serentak bahwa Intinya kami berenam mewakili 85 teman praksi lainnya menerima aspirasi dari kalian semua jika cocok dan disetujui pimpinan maka akan di tindaklanjuti.” (ve/rf).