Lurah Gunung Sari Tepis Soal Pembubaran Aksi Sosialisasi

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Beberapa hari yang lalu beredar video soal pembubaran aksi sosialisasi Bakal Calon Wakil Walikota Bandarlampung Tulus Purnomo di Kelurahan Gunung Sari. Terkait hal tersebut, Lurah Gunung Sari Akbar Mandari Putra angkat bicara menepis tuduhan pembubaran aksi sosialisasi tersebut. Menurutnya, Ia hanya menjaga ketertiban di lingkungannya.

“Saya tidak membubarkan, saya hanya memberikan informasi. Saya hanya menyampaikan kalau ingin sosialisasi untuk memperkenalkan diri ya silahkan,” jelas Akbar di ruang kerjanya, Senin, (10/8)

Menurut Akbar, dirinya tidak melarang kandidat untuk bersosialisasi. Namun, jangan ada penyampaian visi misi dan pembagian sembako, sebab ini belum masa kampanye.

“Kalau ada kata mengajak, menyuruh untuk memilih, ini belum saatnya. Karena hal itu dilarang. Saya hanya menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan saya,” ujarnya.

Akbar mengatakan bahwa dirinya menjunjung tinggi demokrasi pada pilkada tahun ini dengan menjaga netralitas sebagai ASN, dan nantinya ia akan memberikan kesempatan kepada bakal calon walikota/wakil untuk berkampanye bila sudah memasuki waktu kampanye.

“Kami aparatur kelurahan juga memberikan informasi yang baik kepada masyarakat. Jadi silahkan berkompetensi yang baik sampaikan program terbaiknya. Hal ini untuk menjaga demokrasi yang bersih dari politik uang seperti bagi-bagi sembako,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pembubaran yang dilakukannya kemarin tak lain akibat adanya pelanggaran aturan protokol kesehatan yang mengumpulkan masyarakat di suatu tempat.

“Belum ada lapor ke RT ataupun ke saya, kalau aturan bermasyarakat setidaknya kan izin dahulu. Ketika saya hadir disana terlihat berkumpul beberapa orang, dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan, jarak tidak diperhatikan, dan kebanyakan disana lansia, dan anak-anak padahal kita tahu saat ini masih di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Aksi pembuburan yang dilakukan oleh Akbar dinilai sopan dan tidak arogan, karena menurutnya sebagai pamong ia harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat setempat. (Din/RF)