Pipa KPBU SPAM Bocor di Tiga Titik

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW– Pipa air bersih dari proyek pekerjaan pemasangan jaringan pipa distribusi sistem pompa SPAM KPBU PT.Kartika Ekayasa mengalami kebocoran. Air yang keluar dari pipa selang hdpe kurang lebih ukuran 3/4 inch tersebut dimanfaatkan oleh warga di Jalan Tupai gang manggis kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton untuk mandi dan mencuci motor, Minggu (8/11/2020).

Iin mengatakan bahwa bocornya pipa tersebut terjadi sejak Kamis sore (5/11), dan air yang keluar dari pipa cukup deras.

” Dari kamis kemarin, tiba-tiba air keluar dari pipa yang diatas jembatan, dan bau kaporitnya sangat menyengat,” ujarnya.

Menurut Iin, bocornya pipa tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mandi sampai mencuci motor.

” Biasanya anak-anak ramai yang mandi disitu, ada juga yg mencuci motor. Kalau sudah tidak dimanfaatkan warga, pipa tersebut di arahkan ke sungai. Kebetulan pas bocornya di atas jembatan, jadi biar gak becek airnya dibuang ke kali,” ungkapnya.

Hal serupa juga di ungkapkan langsung oleh ketua RT 006, kecamatan Kedaton, kelurahan Ketadon, Keno mengatakan ada tiga titik pipa yang mengalami kebocoran.

” Secara bersamaan air yang bocor itu keluar ditiga titik, selain di atas sungau ada juga di depan dua rumah warga, yakni rumah Aris dan rumah Yono namun intensitas air lebih sediki karena pipa lebih kecil, ” terangnya.

Menurut Keno, dirinya tidak mendapatkan pemberitahuan jika ada pengurasan dari pipa air tersebut.

” Kalau yg diatas sungai tidak menggangu karena kita arahkan ke sungai, namun kalau di rumah warga pastinya ya karena air mengalir terus hingga yang punya rumah bersinisiatif menyambungkan airnya dan di buang kesungai,” katanya.

Menurut Keno, bocornya pipa air tersebut sudah terhitung tiga hari, tetapi ia tidak tau persis kemana tempat untuk melapor.

” Tadi malem ,sekitar pukul 02.00 wib ada petugas yang datang, lalu petugas tersebut menelpon tak lama setelah itu air mati,” tuturnya.

Carut marutnya pengerjaan proyek KPBU yang dikerjakan oleh PT.Kartika Ekayasa sudah banyak mendapat komplain dari warga sejak pertama kali ini proyek dilaksanakan. Namun, komplain tersebut tidak juga ditanggapi. Salah satu contohnya di daerah wayhalim di depan rumah menonjol setinggi lutut orang dewasa namun belum juga diperbaiki,proyek yang sempat terhenti beberapa waktu lalu sudah di mulai kembali.

Adanya kebocoran pipa mungkin disebabkan kelalaian para pekerja yang belum menyambungkan pipa tersebut atau memang sengaja di lakukan untuk menguras air, namun sangat disayangkan bocornya pipa menyebabkan ruas jalan menjadi becek sehingga warga berinisiatif mengalihkan pipa ke arah kali.

Sejak berita ini dinaikan, Direktur tekhnik PDAM way Rilau, Suparji yang bertugas untuk memonitoring sulit dihubungi untuk diminta konfirmasi. Saat di kirim pesan singkat melalaui aplikasi WhatsApp hanya dibaca dan ketika di telpon tak diangkat, padahal ia saat itu sedang online. (Din/RF)