Penikmat Bakso Sony Kecewa

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Pasca penutupan seluruh gerai Bakso Son Haji Sony, banyak penikmat kuliner legendaris ini merasa kecewa. Pasalnya, penutupan tersebut ialah tidak patuhnya pihak pengelola terhadap penggunaan Tapping Box.

Saat diwawancara Lampung Segalow, salah satu penggemar Bakso Sony, Sari (29), warga Rangai mengungkapan rasa kecewanya terhadap Bakso Sony. Karena menurutnya, selama ini ia beli dan membayar Bakso Sony dengan harga mahal beserta Pajak Pertambahan Nilai (PPN), akan tetapi tidak diserahkan Pemerintah Daerah (Pemda). Sabtu (2/10).

“Ya sebenernya kecewa ya, kita bayar mahal-mahal tapi pajak kita nggak dikasih ke pemerintah, tapi ya gimana lagi, kitakan cuma penikmat,” ungkap dia.

Lanjutnya, “Saya kalau gajian itu pasti nggak ketang 1 bulan 2 kali pasti makan Bakso Sony, karena menurut saya ciri khasnya beda,” ujar dia.

Dengan peristiwa itu, ia berharap Bakso Sony dan Pemerintah Kota (Pemkot) segera menyelesaikan ini dengan itikad baik. Karena, Bakso Sony merupakan icon Bakso enak khususnya di Bandarlampung.

“Apalagi Bakso Sony terkenalnya di Lampung ya, semoga aja cepat baikan sama pemerintah, gimana bagusnya untuk jalan keluarnya, yang penting tetep buka lagi, karena biar jadi icon di Lampung kalau ada bakso yang enak,” kata dia.

Senada, Lala (17), warga Pelita Kecamatan Enggal ia mengatakan, biasanya untuk makan Bakso Sony bisa tiga kali dalam satu minggu. Ia pun merasa kecewa dengan penutupan gerai Bakso Sony ini.

“Saya salah satu penggemar Bakso Sony, bahkan keluarga saya suka. Biasanya sih, bisa satu minggu tiga kali untuk beli Bakso Sony, karena rasanya enak dan punya ciri khas sendiri,” tutup dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandarlampung, sebelumnya telah menyegel enam gerai Bakso Sony. Namun, sejak penyegelan enam gerai tersebut, pengelola gerai belum menampakkan adanya itikad untuk menandatangani pakta integritas. Kemudian pemerintah memutuskan menutup 12 gerai Bakso Sony yang masih beroperasi. (TSF/AA)