
LAMPUNG – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap lapak penjualan hewan kurban musiman yang mulai bermunculan di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Menurut Ahmad Basuki, pengawasan kesehatan hewan kurban tidak boleh hanya difokuskan di sentra peternakan atau kandang milik peternak, tetapi juga harus menyasar lapak-lapak penjualan sementara yang menjadi lokasi distribusi hewan kurban langsung kepada masyarakat.
Ia menilai, lapak penjualan musiman di pinggir jalan berpotensi menjadi titik rawan penyebaran penyakit hewan apabila tidak diawasi secara ketat oleh pemerintah daerah dan petugas kesehatan hewan.
“Jangan sampai hewan kurban yang dijual di lapak pinggir jalan terpapar virus seperti PMK atau penyakit lainnya yang membahayakan masyarakat,” tegas Ahmad Basuki, yang akrab disapa Abas, Rabu (13/05/2026).
Abas mengatakan, menjelang Iduladha biasanya jumlah lapak penjualan hewan kurban meningkat cukup signifikan, terutama di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung dan Metro. Hewan-hewan tersebut berasal dari berbagai daerah dan dikumpulkan dalam satu lokasi untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius karena perpindahan hewan dari kandang ke lapak penjualan dapat meningkatkan risiko penularan penyakit apabila tidak dibarengi pengawasan kesehatan yang optimal.
Ia menjelaskan, selama ini vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan lebih banyak dilakukan di sentra peternakan. Sementara setelah hewan dipindahkan ke lokasi penjualan sementara, pengawasan intensif kerap berkurang.
Padahal, lanjutnya, hewan yang berada di lapak penjualan tetap harus dipastikan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
Karena itu, Komisi II DPRD Provinsi Lampung meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendata seluruh lapak penjualan hewan kurban yang bermunculan di wilayah Lampung, khususnya Bandar Lampung dan Metro.
Menurut Abas, pendataan tersebut penting agar pemerintah dapat mengetahui asal-usul hewan, jalur distribusi, hingga kondisi kesehatannya sebelum dijual kepada masyarakat.
“Lapak-lapak musiman ini harus didata dan ditracking. Dari mana asal ternaknya, bagaimana kondisi kesehatannya, sampai kelayakan hewan sebelum dijual ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, pengawasan di lapak penjualan justru lebih efektif dilakukan karena hewan sudah terkumpul dalam satu lokasi sehingga pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
Petugas, kata dia, dapat melakukan pemeriksaan fisik maupun sampling kesehatan terhadap hewan secara langsung tanpa harus mendatangi kandang-kandang peternak yang tersebar di berbagai daerah.
“Kalau di kandang petugas harus masuk sampai pelosok. Tapi kalau di lapak, hewan sudah terkumpul. Tinggal dicek kesehatannya satu per satu,” katanya.
Selain pengawasan kesehatan, Abas juga meminta pemerintah daerah memastikan para pedagang hewan kurban mematuhi ketentuan kebersihan dan kelayakan lokasi penjualan.
Menurutnya, kondisi lapak yang bersih dan tertata juga penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang membeli hewan kurban.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memastikan hewan dalam kondisi sehat, aktif, tidak cacat, memiliki nafsu makan baik, serta dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari petugas berwenang.
Abas memastikan stok hewan kurban lokal di Provinsi Lampung dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan Iduladha tahun ini. Selain itu, ketersediaan vaksin ternak juga dinilai aman sehingga pemerintah memiliki kemampuan untuk melakukan langkah antisipasi apabila ditemukan indikasi penyakit hewan.
Meski demikian, ia menegaskan pengawasan distribusi dan penjualan hewan kurban tetap harus diperketat agar masyarakat tidak dirugikan dan pelaksanaan ibadah kurban dapat berjalan aman serta nyaman.
“Momentum Iduladha ini jangan sampai dicederai oleh peredaran hewan yang tidak sehat. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” ujarnya. (NR/N)
