LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan lumbung pangan di tengah musim kemarau ekstrem dan fenomena El-nino.
Gubernur Lampung yang di wakili oleh Staf ahli Bidang pemerintahan,Hukum dan Politik, Yayan Firyansyah, menegaskan Kemarau ekstrem dan El-nino memang menjadi persoalan yang serius.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang diwakili Staf Ahli pemerintah bidang Hukum dan Politik, Yayan menegaskan persoalan tersebut harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Hadirin dan saya hormati, perubahan iklim bukan sekedar isu global, namun telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan persoalan bersama. Pola musim yang semakin sulit diprediksi, juga hujan yang tidak menentu hingga meningkatnya risiko kekeringan, merupakan dampak yang harus diantisipasi secara serius,” ujar Yayan. Jumat (7/8/2026).
Yayan mengatakan, fenomena yang terjadi mempengaruhi dari berbagai sektor berdampak hingga ke aktivitas masyarakat.
“Fenomena Elmino yang terjadi secara berkala telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor pembangunan. Debit sungai mulai menurun, mengalami penyusupan perumahan air lebih cepat. Kebutuhan air baku meningkat dan pada akhirnya aktivitas pertanian, industri, perkebunan, pertanakan, pembangkit tenaga listrik hingga sektor usaha lainnya pun ikut berdampak.” katanya.
Ia menjelaskan harapan dari pemerintah pusat akan memperkuat sumberdaya dan insfratruktur juga bagian upaya menghadapi fenomena kemarau panjang.
“Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya air harus menjadi bagian yang bersama. Bapak Presiden Republik Indonesia juga telah menegaskan komitmen pemerintah dalam membuat ketahanan air dan ketahanan air nasional. Pada tanggal 10 Juli 2026, Presiden meresmikan lima bendungan secara rata sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur sumber daya air nasional,” jelasnya.
Ia juga menambahkan pihak usaha dari berbagai sektor berkontribusi lewat forum ini ,untuk menghadapi fenomena yang sedang terjadi.
“Oleh karena itu, saya mengajak semua perusahaan yang hadir untuk berpartisipasi secara aktif dengan menyampaikan data yang benar, lengkap dan dapat dipertanggung jawabkan serta mendukung proses verifikasi apabila diperlukan. Partisipasi tersebut merupakan bentuk kontribusinya ke dunia usaha dalam membangun ketahanan air dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung, saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai korup sosialisasi semata tetapi menjadi awal dari sebuah kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah Provinsi Lampung, instansi kritikal dunia usaha dan seluruh pemanpu kepentingan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” terangnya. (NR/N)
