Edwin Rusli : “Kota Bandar Lampung Belum Ada Pasien Terinfeksi Corona”

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli menyampaikan agar masyarakat tidak panik dalam menanggapi berita hoax beredarnya pasien suspect corona yang dirawat di RSUD Abdul Moelok, Kamis, (5/3/2020).

” Tadi sudah kita bahas, itu cuma hoax, seperti tulang bawang barat itu hoax, salah satu contohnya ada diwayhalim dia baru pulang dari luar negeri masyarakat khawatir, sudah ribut corona-corona, tapi setelah kita check ternyata enggak. Tetapi tetap kita check selama 14 hari, ” ungkapnya.

Karena di kota Bandarlampung belum ada yang nyata-nyata ada pasien corona tersebut. Kita hanya menyampaikan agar masyarakat tetap waspada, jangan terlalu khawatir dengan adanya corona.

” Corona itu memang harus kita jauhi, dengan cara kita mesti fit, hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh yang harus bagus, dan menjaga kesehatan, ” jelasnya.

Edwin mengungkapkan agar masyarakat tak perlu khawatir seandainya ada yang terjangkit virus yang belakangan ini menghebohkan negeri ini. Sebab, hanya dengan fotokopy E-KTP dan KK itu dapat mencover semua penyakit.

” Kalau memang ini (corona) jamkeskot bisa. Apapun penyakitnya bisa, apalagi kalau dia benar-benar itu pasti lah, ” ungkapnya.

Terkait batas waktu 5 hari perawatan inap di rumah sakit, Edwin mengatakan khusus pasien corona dapat dilanjutkan.

” Itu 5 hari, kalau pasien tetap sakit kita lanjutkan.Lapor lagi ke dinas kesehatan akan kita lanjutkan lagi,” katanya.

Edwin juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih cermat dalam penggunaan masker yang saat ini langka untuk didapatkan.

” Kita sarankan kepada masyarakat tidak perlu menggunakan masker. Yang sehat gak perlu menggunakan masker, masker digunakan bagi orang yang sakit, ” imbaunya. (din/rf)