Kepala SDN 1 Beringin Raya Minta Maaf Terkait Permintaan Uang Sumbangan dan Pembelian Seragam Muslim

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW– Kepala SDN 1 Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung Ermintati membatalkan permintaan uang sumbangan perpisahan guru yang pensiun serta pembelian seragam muslim.

“Saya atas nama kepala sekolah pribadi dan para guru SDN 1 Beringin Raya mohon maaf atas kejadian permintaan uang perpisahan dan rencana pembelian seragam muslim di tempat kami. Permintaan maaf ini juga bukan hanya kepada para wali murid tapi seluruh stakeholder pendidikan di Kota Bandarlampung,” jelasnya kepada Lampung Segalow di kantornya, Kamis (17/6/2021)

Keseriusan Ermintati untuk menarik rencana pembelian baju seragam muslim dan uang perpisahan itu dengan membuat surat tertulis tentang klarifikasi surat edaran sumbangan perpisahan dan pakaian seragam.

“Surat pembatalan itu kami kirimkan ke seluruh wali murid dari kelas I sampai kelas VI sejumlah 800 lebih intinya dalam surat tersebut kami membatalkan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan,” kata Ermintati yang tidak lama lagi purna tugas.

“Selain itu no niat kami soal baju muslim adalah untuk penyeragaman para siswa didik untuk kegiatan rutin keagamaan yang diselenggarakan setiap jumat pagi yang sudah berjalan 5 tahun sesuai arahan walikota terdahulu tujuannya untuk meningkatkan iman dan taqwa para anak didik,” tambahnya.

Ditempat terpisah salah seorang wali murid Dedi Damhudi mengatakan kejadian ini pelajaran yang sangat mahal bagi seluruh sekolah.

“Sebagai sesama permintaan maaf itu kita sambut dengan baik. Ini pelajaran bagi seluruh sekolah bukan hanya SDN 1 Beringin Raya saja tapi se-Lampung untuk mempunyai empati kepada kami (wali murid) di tengah masa pandemi ini,” jelas ayah tiga putri itu.

Menurutnya permintaan seragam muslim itu baik karena untuk penyeragaman anak-anak tapi sayangnya waktunya tidak tepat.

“Tunggu sampai pandemi ini berakhir ekonomi para orang tua membaik saya setuju agar anak-anak yang ikut pengajian itu seragam jadi bagus,” kata Dedi Damhudi. (Din/AA)