BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Maryamah, selaku Camat Kecamatan Tanjung Karang Pusat (TKP) tidak henti-hentinya menjalankan instruksi Walikota Bandarlampung. Kamis (12/8).
Ia menjelaskan kepada Lampung Segalow, sebelum adanya PPKM ini, dari 16 Maret 2020 dimasa Walikota Herman HN, kami sudah gencar siang dan malam bahkan sampai sekarang, untuk selalu menghimbau kebijakan pemerintah kepada masyarakat terkait Covid-19.
Tetapi, ketika sudah masuk level 4, kami tingkatkan upaya upaya kami tersebut. Selain memberi bantuan, dan mengontrol warga yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman), setiap minggu kami semprotkan disinfektan untuk wilayah Kecamatan TKP.
“Warga yang Isoman di Kecamatan TKP setiap minggu ada bantuan, dan kita kontrol. Selain itu seluruh wilayah Kecamatan TKP, Kelurahan-kelurahan, dan daerah lokasi Isoman selalu kita semprotkan disinfektan. Itu pasti, itu seminggu bisa 4 sampai 5 kali, karena stok disinfektan saya banyak,” kata dia.
Memang, benturan masyarakat terkait masalah PPKM Level 4 ini banyak sekali yang sudah mulai bosan.
“Bayangkan saja kita di rumah, Jum’at Sabtu Minggu umpama kita libur. Itu membutuhkan biaya besar karena kita minta mereka makan banyak, dan menjaga imun. Untuk melawan virus itu hanya satu, menjaga imun. Nah imun itu apa, harus makan, sesekali kami dihentak, “kami suruh makan, makan apa?!, dan kami tidak bisa menjawab.” lanjut dia.
Dengan demikian, tingkat kesadaran masyarakat itu sangatlah penting. Karena ini bukan wabah lokal, ini wabah satu dunia.
“Ini bukan hanya tugas camat, walikota kita sudah kerjakeras, namun jika masyarakat tidak ada kesadaran, ya kita akan nikmati ini panjang,” ucap dia.
“Terutama diwilayah saya, Kecamatan TKP adalah pusat kota yang memang jelas jika tidak ada tindakan dari kecamatan dan Satgas Covid kelurahan, maka pencegahan, dan 5M itu sulit sekali. Karena itu adalah pencerminan Kota Bandarlampung,” pungkas dia.
Sementara itu, dengan adanya Call Center Covid-19 Kecamatan TKP dan Mobilitas PPKM Level 4 ini, sangat berpengaruh dengan penurunan jumlah Isoman yang ada.
“Setiap minggu ada perubahan, Alhamdulillah minggu ini menurun, pertama PPKM itu sampai 80an, menurun lagi 40an, dan sekarang sudah menurun lagi. Karena sudah banyak yang sembuh,” tutup dia. (TSF/AA)
