
MESUJI – Objek wisata Embung Albaret yang berlokasi di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, kondisi terkini sangat miris. Mengingat, proyek pembangunan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022.
Beragam fasilitas wisata terlihat segalow rusak tidak terurus. Diantaranya, bangunan gajebo, rumah apung, taman dan fasilitas bermain anak-anak, jembatan gantung yang sebelumnya diwarnai pernak pernik lampu hias, kini cukup membahayakan wisatawan karena kayu sudah rapuh dan tali penyangga yang getas, bangunan pagar pembatas sekitar embung sebagian hilang.
“Air mancurnya hanya sekali itu dipertontonkan melihat keindahan air mancur yang berwarna warni. Tapi, air mancur saat ini sudah tidak hidup lagi. Hanya sekali itu saja setelah selesai diresmikan bupati dikala itu,” terang sumber yang enggan disebutkan namanya pada Jum’at (13/6/2025).
“Kabarnya sih mesin travo airnya itu rusak, tapi kenapa tidak diperbaiki kembali ya?,” ujarnya.
“Lampu jembatan gantung dan lampu penerangan di sekitar embung terlihat sudah tidak nyala, begitu juga dengan fasilitas lainnya sudah pada rusak,” kata warga sekitar.
Diketahui sebelumnya, pusat wisata Embung Albaret diharapkan menjadi tempat wisata bagi kalangan masyarakat dalam dan luar Kabupaten Mesuji, seperti dari Kabupaten OKI, Sumatra Selatan. Embung ini diresmikan oleh Bupati Mesuji, H Saply TH Tahun 2022, bertujuan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mesuji. (Tjr/N)
