RAPAT PEMBENTUKAN DAN EVALUASI JEJARING SKRINING LAYAK HAMIL ANC DAN STUNTING

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGSEGALOW.CO.ID – Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, menghadiri kegiatan rapat pembentukan dan evaluasi jejaring, skrining layak hamil, Anc, dan Stunting tingkat Kota Bandarlampung Tahun 2023. Rabu (29/11).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Forkopimda, para pejabat pimpinan tinggi pratama, Plt. kepala Dinas Kesehatan Kota, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bandarlampung, Kepala Kantor Agama Kota Bandarlampung, Direktur RS Umum dan RSIA se Kota Bandarlampung, Kepala Puskesmas, narasumber rapat jejaring layak hamil Antenatalcare dan Stunting, ketua organisasi profesi kesehatan.

Dalam rapat ini, Eva Dwiana mengatakan,
saat ini di Indonesia masih mempunyai banyak permasalahan dan tantangan dalam upaya pelayanan kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak-hak reproduksi untuk mencegah kematian pada ibu dan bayi, kementerian kesehatan melaksanakan 4 strategi utama penyelamatan ibu dan bayi.

“Yaitu pada masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa persalinan dan bayi baru lahir serta pada masa pasca persalinan. Dimana deteksidini Screening layak hamil dilaksanakan pada masa sebelum hamil dengan melakukan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja putri calon pengantin dan pasangan usia subur tentang perencanaan kehamilan sehat dengan melakukan deteksi dini/Screening atau pelayanan kesehatan,” paparnya.

Menurutnya pentingnya pelayanan kesehatan masa sebelum hamil dalam mendukung penurunan AKI, AKB dan Stunting karena masih banyak calon pengantin dan perempuan dengan masalah kesehatan yang beresiko jika hamil dan masyarakat yang masih menganggap kehamilan kedua dan seterusnya lebih mudah dan tidak berisiko daripada kehamilan pertama.

“Untuk itu penting melakukan perencanaan kehamilan (Screening layak hamil) sehingga dapat menjalani kehamilan dan persalinan yang sehat dan selamat serta memperoleh bayi yang sehat. Kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan, dan dijaga perkembangannya secara baik,” ungkapnya.

Lanjutnya, ia berharap oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan ini diperoleh kesepahaman dan kesepakatan terhadap upaya pelaksanaan program kesehatan dalam upaya penurunan angka kematian.

“Baik angka kematian ibu, angka kematian bayi dan kasus Stunting, serta dapat berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat kota Bandarlampung yang lebih luas,” harapnya. (Din/N)