BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW (24/1) -Memasuki musim penghujan di Kota Bandarlampung. Penyebaran nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah menyerang warga kota. Tercatat di Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, jumlah penyakit DBD di kota tapis berseri ini sebanyak 17 penderita.
” Kasus DBD sampai dengan hari ini sebanyak 17 kasus, insyaallah menurun dari Januari tahun kemarin yang mencapai 200an, ” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli di lingkungan kantor Diskes Kota Bandarlampung, Kamis, (23/1/2020).
Ia mengatakan dalam 17 kasus positif DBD, semua warga yang ada di rumah sakit atau pun puskesmas tidak ada yang meninggal dunia.

” alhamdulillah tidak ada, tahun kemarin saja yang mencapai 1.192 kasus tidak ada satupun korban meninggal dunia, ” terangnya.
Ia mangajak masyarakat untuk melakukan bersih-bersih lingkungan dan juga mengingatkan untuk menerapkan program 3 M yakni mengubur , menguras , dan menutup bak air. Selain itu, Diskes juga melakukan fooging (pengasapan) di daerah yang terdapat kasus DBD dan di daerah yang dianggap kurang bersih.
“Hindari genangan air, hindari gantungan-gantungan baju. Mulai rabu sampai saat ini kita terus melakukan fooging di daerah yang kotor dan kurang bersih serta di daerah yang memang ada warganya menderita DBD, ” ujarnnya.
Upaya lainnya adalah pemberian obat pembunuh jentik nyamuk (abate) yang di berikan secara geratis kepada masyarakat melalui puskesmas-puskesma yang ada di kota Bandarlampung. (din/rf)
