LAMPUNG – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Syukron Muchtar, memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung melalui Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Sekolah Terbuka. Program tersebut dinilai menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala mengakses pendidikan formal.
Ia mengatakan, program tersebut merupakan inovasi yang patut didukung karena mampu menjadi alternatif bagi masyarakat yang berpotensi putus sekolah.

“Ini adalah terobosan kreativitas yang perlu diapresiasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Karena program ini bagi saya membantu memutus mata rantai putus sekolah di Provinsi Lampung. Program ini menjadi alternatif bagi mereka yang kesulitan,” ujarnya. Rabu (08/07/2026).
Menurutnya, Program PJJ memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk tetap mengikuti proses belajar tanpa harus hadir setiap hari di sekolah. Sementara Sekolah Terbuka menjadi pilihan bagi masyarakat yang telah melewati usia sekolah namun tetap ingin memperoleh ijazah formal.
“PJJ kan program jarak jauh. Jadi dia tetap sekolah hanya saja tidak harus datang ke sekolah tempat dia belajar. Maka ini kan solusi. Sedangkan sekolah terbuka ini untuk mereka yang sudah usia lewat, membutuhkan ijazah bukan Paket C tetapi ijazah normal,” katanya.
Meski menyambut baik kebijakan tersebut, Syukron mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar pelaksanaannya berjalan efektif. Salah satunya adalah kesiapan sarana pendukung pembelajaran berbasis teknologi.
“PR-nya adalah perlu perbaikan dan perlu upaya-upaya agar program ini berjalan dengan efektif. Kendala pertama adalah alatnya, apakah semua siswa punya perangkat yang memadai. Yang kedua adalah jaringan internet. Jangan sampai nanti memiliki masalah dalam proses pembelajaran sekolah jarak jauh,” ungkapnya.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Lampung mempersiapkan langkah antisipatif terhadap persoalan digitalisasi agar tidak menjadi hambatan bagi peserta didik.
“Saya rasa Dinas Pendidikan perlu berpikir lebih keras lagi agar masalah yang berkenaan dengan teknologi, digitalisasi, dan internet ini tidak jadi masalah dalam proses pembelajaran sekolah jarak jauh nanti,” ucapnya.
Selain aspek teknis, Syukron menilai sosialisasi program perlu diperluas agar informasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, masih banyak pihak, termasuk di lingkungan pemerintahan, yang belum mengetahui keberadaan program tersebut.
“Kalau saya melihat, yang pertama sosialisasi perlu dimasifkan. Karena ini program bagus jangan sampai masyarakat tidak tahu. Saya rasa dewan juga belum banyak yang tahu, apalagi masyarakat umum,” tuturnya.
Ia mendorong Dinas Pendidikan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk memperkenalkan program tersebut, mulai dari anggota dewan, media massa, pegiat media sosial, hingga komunitas dan aktivis di masyarakat.
“Perlu informasi yang masif menggunakan berbagai macam sarana dan media yang bisa dioptimalkan. Bisa melalui dewan, teman-teman pegiat media sosial, aktivis lingkungan, semuanya bisa digunakan. Artinya kreativitas Dinas Pendidikan untuk menggunakan berbagai macam sarana sangat diperlukan,” terangnya. (NR/N)
