BANDARLAMPUNG, LAMPUNG SEGALOW – Sebanyak 803 petugas yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas Pengawasan Hewan Kurban Provinsi Lampung dikerahkan untuk memastikan hewan yang dijual menjelang Idul Adha 1441 Hijriah dalam keadaan sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat Lampung.
“Mereka akan memeriksa semua hewan kurban yang dijual pedagang layak atau tidaknya untuk dikonsumsi dan terhindar dari penyakit,” kata Plt. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti di Bandarlampung, Senin (13/07).

Ia mengatakan Satgas pengawasan hewan kurban dibentuk beberapa pekan lalu yang berjumlah 803 petugas yang tersebar di 15 kabupaten/kota se Provinsi Lampung.
Petugas tersebut terdiri atas 112 dokter hewan dari unsur dinas dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah Lampung, parametik veteriner 154 orang, 491 orang tim teknis peternakan dan kesehatan hewan lalu 46 orang relawan yang telah terlatih. Tim ini sudah mulai bergerak ke lapangan pada minggu pertama Bulan Juli guna melakukan pengawasan.
Terkait stok hewan kurban, Lili Mawarti menjelaskan ketersediaan sapi maupun kambing/domba di Provinsi Lampung mencukupi kebutuhan masyarakat yang akan berkurban.
Berdasarkan data lanjut dia, ketersediaan stock hewan qurban yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung untuk Sapi potong mencapai 19.005 ekor, Kerbau 597 ekor, Kambing 84.835 ekor, Domba 2.183 ekor.
Sedangkan stock hewan qurban untuk di Kota Bandarlampung sendiri tersedia sebanyak sapi potong 1.500 ekor, kambing 1.700 ekor, dan domba 700 ekor.
“Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketersedian stock hewan qurban untuk Provinsi Lampung dalam kondisi cukup banyak tersedia jika dibandingkan dengan jumlah pemotongan hewan qurban Tahun 2019,” jelasnya.(VE/RF)
